Reviews

Desa Sawarna ~ The Hidden Paradise

Bosan Dengan Kepenatan Kota..??
Bosan Dengan hiruk-pikuknya kendaraan dan juga lingkungan kerja..??

Tidak ada salahnya untuk bertualang mengunjungi “Desa Sawrna” yang sering disebut juga dengan surga tersembunyi. Secara administratif, Desa Wisata Sawarna masuk dalam wilayah Kampung Gendol, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Indonesia.

Begitu menginjakkan kaki di desa wisata ini, wisatawan akan terkesan dengan areal persawahan yang membentang luas, panorama desa yang asri, hembusan sejuk udara khas daerah agraris, dan jejeran pohon kelapa dan pohon jati yang bagai pagar betis desa itu. Keramahan dan antusias yang diperlihatkan masyarakatnya kepada setiap pengunjung melengkapi daya tarik desa wisata ini.

Bagi pecinta gua, Desa Sawarna merupakan pilihan yang tepat. Sebab, di desa ini terdapat banyak gua. Oleh sebab itu, Desa Sawarna juga dijuluki sebagai “desa seribu gua”. Gua Lalay dan Gua Lauk merupakan dua gua yang populer dan sering dikunjungi oleh para wisatawan. Gua Lalay merupakan gua batu gamping (karst) yang memiliki stalagmit (susunan batu kapur berbentuk kerucut berdiri tegak di lantai gua) dan stalaktit (batangan kapur yang terdapat pada langit-langit gua dengan ujung yang meruncing ke bawah) memesona yang terbentuk akibat tetesan air dalam kurun waktu yang lama. Bagian dasar gua adalah sungai bawah tanah yang berlumpur dengan ketebalan antara 10 sampai 15 sentimeter. Gua yang panjangnya diperkirakan mencapai 100 meter ini dinamakan Gua Lalay karena di langit-langit gua terdapat banyak kelelawar, yang dalam bahasa Sunda disebut lalay. Sedangkan di Gua Lauk, wisatawan akan terkesan dengan lorong-lorong gua yang lumayan lebar dan rancak. Untuk menikmati pesona stalagmit dan stalaktitnya, wisatawan harus melintasi sungai di dalam gua yang kedalaman airnya sepinggang orang dewasa. Konon, dahulu di dalam gua ini terdapat banyak ikan, sehingga penduduk setempat kemudian menamakannya Gua Lauk.


Gua Lalay Sumber foto: santipanon.multiply.com

Selain untuk tujuan rekreasi, gua-gua yang terdapat di Desa Sawarna juga ramai didatangi oleh para pemburu harta karun dari berbagai daerah di Indonesia. Di dalam gua-gua tersebut masih ditemukan sisa-sisa peralatan yang digunakan oleh tentara Jepang, seperti rongsokan mobil jeep, sepeda, selongsong peluru dan mortir, peralatan memasak, dan bahkan emas.

Setelah puas menikmati pesona gua, para turis dapat menikmati panorama pantai yang memesona. Tercatat, Pantai Ciantir dan Pantai Tanjung Layar sebagai pantai yang banyak dikunjungi wisatawan.

Pantai Ciantir, atau yang juga populer dengan nama Pantai Sawarna, merupakan sebuah pantai yang kondang dengan hamparan pasir putihnya. Pasir pantainya yang padat dan kering, serta panjangnya yang mencapai tiga kilometer, dapat mengakomodir keinginan wisatawan untuk melakukan berbagai aktivitas, seperti berjemur, sepak bola pantai, dan voli pantai. Pantai perawan yang terletak di sebelah selatan desa wisata ini juga menjadi tempat favorit wisatawan menanti detik-detik menjelang terbenamnya matahari (sunset). Sedangkan ombak lautnya yang bergulung-gulung, layaknya ombak laut selatan pada umumnya, tepat sekali dipilih wisatawan yang ingin memacu andrenalin atau menyalurkan hobi berselancar. Biasanya, peselancar dari dalam dan luar negeri berdatangan ke tempat ini pada rentang waktu April—September setiap tahunnya.

Pantai Sawarna  Sumber foto: robertadhiksp

Sementara itu, berwisata ke Desa Sawarna tentu belum lengkap bila belum mengunjungi Pantai Tanjung Layar. Dinamakan demikian karena di sana terdapat dua batu besar mirip layar kapal yang lokasi pantainya menjorok ke laut. Bila Pantai Ciantir terkenal dengan pasir putih dan ombak lautnya yang bergulung-gulung, daya tarik Pantai Tanjung Layar terletak pada dua batu besar mirip layar yang dikelilingi oleh gugus karang (barier). Dua batu tersebut kerap dijadikan wisatawan sebagai latar untuk berfoto. Selain itu, obyek wisata yang berjarak sekitar dua kilometer dari Desa Sawarna ini juga terkenal dengan pesona pantainya nan rancak dan air lautnya yang jernih. Di celah-celah cekungan karang, wisatawan dapat melihat secara kasat mata terumbu karang, rumput laut, dan ikan warna-warni yang berenang bergerombolan.

Bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana yang berbeda, dapat melakukan kegiatan agrowisata di areal persawahan, mencari batu-batu hias yang banyak terdapat di Sungai Cisawarna, mengunjungi tempat pelelangan ikan, melakukan olahraga panjat tebing, atau melihat kekayaan flora dan fauna hutan suaka alam yang terletak di sebelah timur desa. Sedangkan bagi wisatawan yang punya banyak waktu, dapat mengunjungi sentra pembuat gula kelapa, sentra pengrajin gitar dan biola, makam Jean Louis Van Gought, Tapak Sikabayan, dan lain sebagainya.

Bagaimana..?? Tertarik untuk bersama mengexplore Desa ini..?? Tertarik untuk mengobati dahaga kerinduan terhadap “Desa” kita..??

Mari, bersama Om menjelajahinya..
Kalau bukan sekarang, Kapan lagi..??

Map Location

Comments are closed.

  • Newsletter
  • Facebook
  • Twitter
  • Yahoo
  • Google Talk