Selasa, 20 Desember 2011

Gunung Bromo - Taman Nasional Bromo Tengger Semeru




Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang membentang di tiga kota yaitu Probolinggo, Malang, dan Pasuruan. Untuk mencapai Gunung Bromo, wisatawan bisa menempuh jalur darat dari Probolinggo ke Cemoro Lawang. Dari Cemoro Lawang bisa menyewa hardtop untuk naik ke Penanjakan, mengeksplorasi Lautan Pasir dan Kawah. 


Gunung Bromo termasuk dalam kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang membentang di tiga kota yaitu Probolinggo, Malang, dan Pasuruan. Untuk mencapai Gunung Bromo, wisatawan bisa menempuh jalur darat dari Probolinggo ke Cemoro Lawang. Dari Cemoro Lawang bisa menyewa hardtop untuk naik ke Penanjakan, mengeksplorasi Lautan Pasir dan Kawah. 
Gunung ini sangat terkenal dengan pemandangan matahari terbitnya yang sangat indah. Wisatawan rela mendaki gunung dini hari hanya untuk berburu momen sunrise diantara gunung dan kawah yang masih aktif ini. Tempat paling bagus untuk menikmatinya adalah di Penanjakan. Selain momen matahari terbit, wisatawan juga dapat menikmati view kompleks Gunung Bromo, Gunung Batok dan Gunung Semeru nan megah, lautan pasir dan kaldera yang luas, Bukit Teletubbies dan Pura Poten yang berada di tengah-tengah lautan pasir yang biasa dijadikan tempat upacara keagamaan suku Tengger.
Kawasan Gunung Bromo didiami oleh suku Tengger yang mayoritas beragama Hindu. Setiap satu tahun sekali mereka mengadakan upacara Yadna Kasada yang diadakan pada malam ke 14 bulan Kasada. Upacara ini ditujukan untuk memohon keselamatan dan berkah pada Sang Hyang Widi. Para warga Tengger berkumpul di mulut kawah Gunung Bromo dengan membawa berbagai macam sesaji yang kemudian dilemparkan ke kawah Gunung Bromo. 

Upacara keagamaan ini bisa menjadi daya tarik wisata tersendiri. Jika ingin tinggal lebih lama untuk menikmati pemandangan alam dan kehidupan masyaralat Tengger, wisatawan bisa mencari penginapan di daerah Cemoro Lawang atau Desa Ngadisari.
Tidak jauh dari lereng Gunung Bromo, terdapat air terjun Madakaripura yang sangat legendaris. Konon air terjun ini merupakan tempat pertapaan Patih Gadjah Mada pada masa pemerintahan Kerajaan Majapahit. Air terjun Madakaripura dapat ditempuh dalam waktu 45 menit dari Gunung Bromo dari arah Probolinggo. 

Ketika sampai di gerbang masuk, wisatawan harus berjalan sekitar 15 menit untuk mencapai kompleks air terjun. Sebaiknya menggunakan sandal atau sepatu anti selip karena jalur trekking menuju air terjun licin dan basah. Disisi kanan kiri jalan masuk air terjun, pengunjung dimanjakan dengan tebing-tebing hijau yang menjulang tinggi dan aliran sungai yang sangat jernih. 

Begitu masuk kompleks air terjun, wisatawan seperti memasuki tirai air dimana air mengalir dari tebiing-tebing yang membentuk lengkungan berdiameter 25 meter dan jatuh terurai di kolam yang berwarna kehijauan.


Tunggu Informasi Perjalanan Lengkapnya
SEGERA
di www.tukangjalan.com